Solusi belajar Bahasa Arab yang mudah dan simpel

Showing posts with label BAS 2. Show all posts
Showing posts with label BAS 2. Show all posts

Thursday, November 30, 2023

 

تَصْريْفُ فِعْلِ الأمْرِ

FI'IL AMAR

DAN PERUBAHANNYA

 



Fi'il Amar (فِعْلُ الأمْرِ) adalah kata kerja yang menunjukkan perintah untuk melaksanakan suatu pekerjaan atau perbuatan. Dalam kaidah bahasa Arab, Fi'il Amar selalu diakhiri dengan huruf berharkat sukun ( ْ ), kecuali ada ‘amil atau imbuhan kata tertentu. Jika diartikan ke bahasa Indonesia maka Fi'il Amar mengandung kata “lah”.

 Contohnya:

 

 أُنْظُرْ

Lihatlah

 اِذْهَبْ

Pergilah

 اِقْرَأْ

Bacalah

 

Apabila  Fi'il Amar digabung dengan ‘amil atau huruf tambahan berupa dhomir mustatar (kata ganti tersimpan) maka huruf akhir pada Fi'il Amar akan berubah sesuai kaidah Bahasa Arab, dikenal dengan Kaidah Sharaf atau Tashrif. Kaedah bahasa arabnya sebagaimana berikut ini.

أُنْظُرْ + أَنْتَ = > أُنْظُرْ

Lihatlah (kamu laki-laki)

أُنْظُرْ + أَنْتُمَا = ا > أُنْظُرَا

Lihatlah (kamu laki-laki berdua)

أُنْظُرْ + أَنْتُمْ = وْا > أُنْظُرُوْا

Lihatlah (kamu laki-laki banyak)

أُنْظُرْ + أَنْتِ = يْ > أُنْظُرِيْ

Lihatlah (kamu perempuan)

أُنْظُرْ + أَنْتُمَا = ا > أُنْظُرَا

Lihatlah (kamu perempuan berdua)

أُنْظُرْ + أَنْتُنَّ = نَ > أُنْظُرْنَ

Lihatlah (kamu perempuan banyak)

 

Dan kalimat yang mengandung Fi’il Amar diberi tanda seru (!) pada akhir kalimatnya. Contoh Fi’il Amar di dalam kalimat adalah sebagai berikut:

يَا عَلِي، أُنْظُرْ إِلَيَّ  !

Hai Ali, lihatlah aku!

يَا أُخْتِيْ، أُنْظُرِيْ اِلَى الْأَمَامِ !

Hai saudariku, lihatlah ke depan! 

يَا رَجُلَانِ، أُنْظُرَا اِلَى الشَّرْقِ !

Hai dua orang laki-laki, lihatlah ke timur! 

يَا عُمَّالُ، أُنْظُرُوْا إِلَى يَمِيْنِكُمْ !

Hai para pekerja, lihatlah ke kanan kalian! 

يَا اللّهُ، اِغْفِرْ لِيْ وَ لَنَا !

Ya Allah, (mohon) ampunilah aku dan kami!

يَا أَبِيْ وَأُمِّيْ، اِقْرَءَا الْمُكَالَمَةَ مِنِّيْ !

Wahai ayah ibuku, bacalah pesan chatting dariku! 

أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ !

Wahai manusia, bertakwalah (kalian) kepada Allah!


Demikianlah perubahan dalam Fi'il Amar apabila digabung dengan 'amil atau Isim Dhomir (kata ganti). Mudah-mudahan contoh yg ada di atas dapat mewakili Fi'il Amar yg lain sehingga antum dapat membuat kalimat yg lebih variatif dalam Bahasa Arab.

 Link Video: Fi'il Amar - Bahasa Arab Simpel


Monday, January 9, 2023

Sahabat-sahabat pecinta Bahasa Arab Simpel dimanapun berada,
Pada kesempatan ini kita akan belajar bersama mengenai Perbedaan Isim Mu'rob dan Mabni sesuai kaidah tata bahasa Arab atau Nahwu. Bahasan ini merupakan pembelajaran lanjutan tentang Macan-Macam Isim dan I'rob beserta ketentuannya sebagaimana yang sudah diposting pada judul-judul sebelumnya. Seperti biasa, pembahasan ini disertai contoh-contoh kalimat eserta artinya. Semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan kita dalam keterampilan berbahasa Arab.

Perbedaan Isim Mu'rob dan Mabni

Pengertian

Mu'rob (مُعْرَبٌ) punya arti: bisa di i'rob. Isim Mu'rob (الإسم المعرب) berarti isim yg harkat/tanda i'robnya bisa berubah sesuai kedudukannya di dalam kalimat.

Mabni (مَبْنِيٌّ) punya arti: tetap. Isim Mabni (الإسم المبني) berarti isim yg harkat/tanda i'robnya tetap, tidak berubah, tidak terpengaruh oleh kedudukannya di dalam kalimat. Kendati demikian, kedudukannya sangat penting diketahui untuk menentukan kandungan makna isim tersebut.

Pembahasan Isim Mu'rob

Pada dasarnya, seluruh isim termasuk dalam kategori mu’rab kecuali 7 isim mabni yang akan dibahas belakangan. Setiap Isim yang mu'rob mempunyai harkat/tanda i'rob masing-masing.

Contoh dari Isim Mufrod:

اَلْمُسْلِمُ يُصَلِّيْ فِيْ الْمَسْجِدِ
Orang Islam itu shalat di masjid
رَأَيْتُ الْمُسْلِمَ يُصَلِّيْ فِيْ الْمَسْجِدِ
Saya melihat orang Islam itu shalat di masjid
هٰذهِ الكُتُبُ لِلْمُسْلِمِ الَذِيْ يُصَلِّيْ فِيْ الْمَسْجِدِ
Buku-buku ini milik orang Islam yang shalat di masjid.

Penjelasan:
Kata (المسلم) berubah harkat sesuai kedudukannya di dalam kalimat. Sebagaimana contoh di atas; Pertama, Dhommah karena Rofa' sebagai Mubtada'/Subjek. Kedua, Fathah karena Nashob sebagai Maf'ul Bih/Objek. Ketiga, Kasroh karena Majrur dengan Huruf Jar.

Contoh dari Isim Mutsanna/Tatsniyah:

اَلْمُسْلِمَانِ يُصَلِِّيَانِ فِيْ الْمَسْجِدِ
Dua orang Islam itu shalat di masjid
رَأَيْتُ الْمُسْلِمَينِ يُصَلِِّيَانِ فِيْ الْمَسْجِدِ
Saya melihat dua orang Islam itu shalat di masjid
هٰذهِ الكُتُبُ لِلْمُسْلِمَيْنِ الَذَيْنِ يُصَلِِّيَانِ فِيْ الْمَسْجِدِ
Buku-buku ini milik dua orang Islam yang shalat di masjid.

Penjelasan:
Kata (المسلمان) berubah pola akhirannya sesuai kedudukannya di dalam kalimat. Sebagaimana contoh di atas; Pertama, ان karena Rofa' sebagai Mubtada'/Subjek. Kedua, Fathah ين karena Nashob sebagai Maf'ul Bih/Objek. Ketiga, Fathah ين juga karena Majrur dengan Huruf Jar.

Contoh dari Isim Jamak:

اَلْمُسْلِمُوْنَ يُصَلُّوْنَ فِيْ الْمَسْجِدِ
Orang-orang Islam itu shalat di masjid
رَأَيْتُ الْمُسْلِمِيْنَ يُصَلُّوْنَ فِيْ الْمَسْجِدِ
Saya melihat orang-orang Islam itu shalat di masjid
هٰذهِ الكُتُبُ لِلْمُسْلِمِيْنَ الَذِيْنَ يُصَلُّوْنَ فِيْ الْمَسْجِدِ
Buku-buku ini milik orang-orang Islam yang shalat di masjid.

Penjelasan:
Kata (المسلمون) berubah pola akhirannya sesuai kedudukannya di dalam kalimat. Sebagaimana contoh di atas; Pertama, ون karena Rofa' sebagai Mubtada'/Subjek. Kedua, Kasroh ين karena Nashob sebagai Maf'ul Bih/Objek. Ketiga, Kasroh ين juga karena Majrur dengan Huruf Jar.

✔ Pembahasan Isim Mabni

Kebalikan dari Isim Mu'rob adalah Isim Mabni. Isim Mabni ada 7 yaitu: Isim Dhomir, Isim Isyaroh, Isim Istifham, Isim Syarat, Isim Fi’il, Zhorof, Isim Maushul kecuali اللذان dan اللتي.

Contoh dari Isim Isyaroh:

هٰذَا مِرْسَمٌ
Ini pensil
اِشْتَريْتُ هٰذَا آنِفًا
Saya membeli ini, tadi
وَأَرْسُمُ بِهٰذَا
Dan saya menggambar dengan ini.

Penjelasan:
Kata (هٰذَا) tidak pernah berubah harkat, tidak terpengaruh oleh kedudukannya di dalam kalimat. Sebagaimana contoh di atas; Pertama, dalam keadaan Rofa' sebagai Mubtada'/Subjek. Kedua, dalam keadaan Nashob sebagai Maf'ul Bih/Objek. Ketiga, dalam keadaan Majrur oleh Huruf Jar.

Contoh dari Isim Dhomir:

أَنَا طَالبٌ جَدِيْدٌ
Saya siswa baru
صَدِيْقِيْ يُسَاعدُنِيْ
Temanku membantu saya
اَلْمُدَرِّسُ يَنْظُرُالَيَّ
Guruku melihat kepada saya.

Penjelasan:
Kata (أَنَا) tidak pernah berubah harkat, tidak terpengaruh oleh kedudukannya di dalam kalimat, tetapi berubah bentuk. Sebagaimana contoh di atas; Pertama, dalam keadaan Rofa' sebagai Mubtada'/Subjek, kata (أَنَا) tetsp dhomir munfashil. Kedua, dalam keadaan Nashob sebagai Maf'ul Bih/Objek, kata (أَنَا) dibentuk menjadi dhomir muttashil (نِيْ). Ketiga, dalam keadaan Majrur oleh Huruf Jar. kata (أَنَا) dibentuk menjadi dhomir muttashil (يَّ).

Judul terkait:

Contoh dari Isim Istifham:

مَنْ هُوَ؟
Siapa dia?
لَاحِظُوْا مَنْ أَحْسَنَ
Perhatikanlah siapa yang terbaik
اُنْظُرُوْا إلىٰ مَنْ أَسْفَلَ
Lihatlah kepada siapa yang lebih rendah.

Penjelasan:
Kata (مَنْ) tidak pernah berubah harkat, tidak terpengaruh oleh kedudukannya di dalam kalimat. Sebagaimana contoh di atas; Pertama, dalam keadaan Rofa' sebagai Mubtada'/Subjek. Kedua, dalam keadaan Nashob sebagai Maf'ul Bih/Objek. Ketiga, dalam keadaan Majrur oleh Huruf Jar.

Monday, February 28, 2022

Inilah Perbedaan Huruf Hamzah Washol dan Qotho' Serta Contohnya. Selamat Belajar Membaca dan Menulis Bahasa Arab sesuai kaedah.

Perbedaan Hamzah Washol dan Qotho' Serta Contohnya

✔ Pengertian

Hamzah Washol adalah hamzah yang dibaca bila berada di awal kalimat dan tidak dibaca bila berada di tengah kalimat. Hamzah Washol berfungsi sebagai huruf Hamzah ketika berada di awal kalimat, dan berfungsi sebagai huruf Alif ( ا ) ketika berada di tengah kalimat.

Hamzah Qotho’ adalah hamzah yang selalu dibaca di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat. Hamzah Qotho’ berfungsi sebagai huruf Hamzah asli walaupun ditulis di atas huruf Alif ( ا ) , atau Wau ( و ) , atau Ya' ( ي ) .

✔ Perbedaan

Hamzah Washol selalu berada di awal kata. Bentuknya seperti huruf Alif. Dalam penulisan Al Qur'an, hamzah washol ditandai kepala huruf " صـ " (shod) di atas Alif, sebagai penanda shilah (washol).

Hamzah Qotho’ tidak selalu berada di awal kata. Bentuknya adalah sebagaimana huruf Hamzah asli walaupun ditulis lebih kecil dari biasanya. Dalam penulisan Al Qur'an, terkadang ditulis di atas dan di bawah huruf Alif dan Ya' atau ditulis di atas huruf Wau.

✔ Contoh

- Hamzah Washol

1. Hamzah Washol pada fi’il amar dari fi’il tsulatsi:
اكْتُبْ – اذهبْ - اجْلِسْ

2. Hamzah Washol pada “Al” tambahan pada awal isim:
الرَّجُلُ - اَلْعِلْمُ - الْكِتَابُ

3. Hamzah Washol pada fi’il madhi dan fi’il amar khumasi dan sudasi serta Mashdarnya:
انْطَلَقَ > انْطَلِقْ > انْطَلَاقًا
اسْتَخْرَجَ > اسْتَخْرِجْ > اسْتِخْرَاجًا
استعمَلَ> استعمِلْ> استعمال

4. Hamzah Washol pada Isim al- 'Asyrah (isim yang sepuluh):
اسْمٌ – ابْنٌ - ابْنَةٌ - اثْنَانِ - اثْنَتَانِ - امْرَأَةٌ - امْرُؤٌ - ابْنَانِ - امْرَأَتَانِ - امْرَئَانِ

- Hamzah Qotho’

1. Hamzah Qotho’ pada fi’il madhi tsulatsi:
أَزِفَ - أَخَذَ - أَمَرَ

2. Hamzah Qotho’ pada fi’il madhi rubai’i:
أَحْسَنَ > إِحْسَانًا – أَكْرَمَ > إِكْرَامًا - أَطْعَمَ > إِطْعَامُا

3. Hamzah Qotho’ pada isim selain isim yang sepuluh:
أَخٌ - أُخْتٌ - أَمِيْرٌ

4. Hamzah Qotho’ pada Huruf:
أَوْ - أَنْ - إِنْ – إِلَى

Tambahan:
Pengecualian pada huruf AL (ال)

✔ Penulisan Hamzah Qotho’

1. Hamzah Qotho’ di awal kata ditulis dalam bentuk Alif:
أَنْعَمْتَ – اَلْاَنْهَارُ - اِبْنٌ

2. Hamzah Qotho’ di tengah kata ditulis sesuai dengan harkat pada hamzah dan huruf sebelumnya. Urutan harkat terkuat antara hamzah dan huruf sebelumnya adalah kasroh, dhommah, fathah dan sukun.

Hamzah Qotho’ ditulis dalam bentuk Alif apabila identik dengan harkat fathah, ditulis dalam bentuk Ya’ apabila identik pada harakat kasrah, ditulis dalam bentuk Wau apabila mengacu pada harkat dhommah.

Contoh penulisan hamzah di tengah kata:
سَأَلَ – سُئِلَ - سُؤَالٌ

3. Hamzah Qotho’ di akhir kata yang didahului huruf berharkat sukun (mati):
مِلْءٌ – مَاءٌ – سُوْءٌ – شَيْءٌ

4. Hamzah Qotho’ Ketika berharkat Tanwin

Apabila Hamzah Qotho’ berharkat tanwin fathah, maka ditambah Alif jika huruf sebelum hamzah bisa disambung dan tidak ditambah Alif apabila huruf sebelumnya tidak bisa disambung. Seperti:
شَيْئًا - هَنِيْئًا - مَرِيْئًا
مَاءً - عشاءً - دواءً

✔ Cara Baca

- Cara membaca Hamzah Washol di awal kalimat ada 3 cara:

1. Dhommah

Yaitu hamzah washal yang terdapat pada fi’il dan huruf ketiga dari fi’il tersebut berharkat dhommah. Seperti:

اُدْخُلُوْا – اُخْرُخْ - اُنْصُرْ

2. Fathah

Yaitu hamzah washal pada isim yang diawali alif lam ta’rif (AL Ma'rifah) . Seperti:
الْفَاتِحَةُ – اَلنَّاسُ - اَلْعِلْمُ

3. Kasroh

Hamzah washal yang terdapat pada fi’il, dan huruf ketiga pada fi’il tersebut berharkat fathah atau kasrah. Seperti:
اِضْرِبْ – اِجْلِسْ - اِفْتَحْ - اِجْتَمَعَ

Tambahan:
- Hamzah washal yang terdapat pada isim-isim Musytaq (kata bentukan). Seperti:
اِسْتِغْفَارٌ – اِجْتِمَاعٌ - اِسْتِخْرَاجٌ

- Hamzah washal yang terdapat pada isim-isim Jamid (kata baku). Seperti:
ابْنٌ - ابْنَةٌ - اثنَانِ - اثْنَتَانِ - امْـرَأةٌ - امْـرِئٌ - اسْــمٌ

- Cara membaca Hamzah Washol di tengah kalimat 
Cara membaca Hamzah Washol di tengah kalimat yaitu seperti membaca Alif, bukan seperti membaca Hamzah, tapi tidak menjadikannya sebagai bacaan mad (panjang). Seperti:
وَامْـرَأتُهُ – مِنَ الْمَلَائِكَةِ – فَانْصُرْ

Apabila Hamzah Washol terletak setelah Alif Lam maka hamzahnya tetap diberi harkat. Seperti:
اَلْاِسْمُ – الاِفْتِتَاحُ - اَلْاِسْتِغْفَارُ

- Sedangkan cara membaca Hamzah Qotho' adalah sebagaimana membaca Hamzah asli.

✔ Contoh perbedaan dalam kalimat dan bacaannya:

اُدْخُلُوْا فِي السِّلْمِ كَافَّةُ
Dibaca: Udkhuluu fissilmi kaaffah. (Hamzahnya dibaca: U)
[Masuklah ke dalam Islam secara total]
فَادْخُلُوْهَا خَالِدِيْنَ
Dibaca: Fadkhuluuhaa khoolidiin. (Hamzahnya tidak dibaca, tidak dibaca: fa-udkhuluu)
[Masuklah ke (surga) dengan kekal]
اَلْفَاتِحَةُ اِسْمٌ مِنْ أَسْمَاءِ سُوَرِ الْقُرْآنِ
Dibaca: Alfaatihatu ismun min asmaai suwaril qur'aani. (Hamzahnya dibaca: A)
[Al Fatihah adalah nama dari nama-nama surah Al Quran]
اَلْبَرْنَامَجُ الْأَوَّلُ قِرَاءَةُ سُوْرَةِ الْفَاتِحَةُ
Dibaca: Albarnaamajul awwalu qirooatu suurotil faatihati. (Hamzahnya tidak dibaca, tidak dibaca: suuroti alfatihati)
[Acara pertama pembacaan surah Al Fatihah]

--------------
Keterangan:
- Hamzah Washol dapat ditulis: Hamzah Washal, Hamzah Qotho' dapat ditulis: Hamzah Qatha'. Selanjutnya ada di: Tentang.

Saturday, November 27, 2021

Inilah kaedah atau ketentuan tentang: 
HURUF BERHARKAT SUKUN BERTEMU AL DAN HAMZAH WASHOL
Dari Bahasa Arab Simpel.
Selamat Belajar. 

HURUF BERHARKAT SUKUN BERTEMU AL DAN HAMZAH WASHOL

Dalam bahasa Arab ada banyak sekali kata yg huruf akhirnya asli berharkat sukun. Baik kata-kata itu dikategorikan sebagai huruf, spt: huruf jar, huruf 'athof, huruf istifham, atau fi'i, spt: fi'il amar, atau isim, spt: isim dhomir.

Hal tersebut diistilahkan sebagai: (اِلْتِقَاءُ السَْاكِنَيْن=iltiqoous saakinain) yakni: pertemuan dua huruf sukun/huruf mati. Kaedah yg dipakai di dalam bacaan semacam ini disebut: (التَّخَلُّص = membuang kesulitan)

Apabila kata-kata yg huruf akhirnya berharkat sukun tersebut bertemu atau dirangkai atau digabung dgn kata lain yg diawali AL (ْال) atau Hamzah Washol maka ketentuan cara bacanya sebagaimana berikut:

1. Diharkati Fathah (ــَ)

👉 Apabila ada Huruf Jar (مِنْ = dari) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال). Maka huruf Nun-nya diharkati Fathah.

Contohnya:

مِنْ اللهِ > مِنَ اللهِ
min Allaahi > minallaahi

مِنْ الْمُسْلِمِيْنَ > مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
min almuslimiina > minal muslimiina

مِنْ الَّذِيْنَ > مِنَ الَّذِيْن
min alladziina > minalladziina

2. Diharkati Kasroh (ــِ)

👉 Apabila ada Huruf Jar (مِنْ = dari) bertemu dgn isim nakiroh qiyasiyah yg diawali hamzah washol (ا). Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

مِنْ اسْتِغْفَار ِ > مِنِ اسْتِغْفَار
min istighfaari > ministighfaari

مِنْ ابْنِ > مِنِ ابْنِ
min ibni > minibni

مِنْ افْتِرَاءِ > مِنِ افْتِرَاءِ
min iftirooi > miniftirooi

👉 Apabila ada Huruf Jar (عَنْ = dari/tentang) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال). Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

عَنْ اللهِ > عَنِ اللهِ
'an Allaahi > 'aninallaahi

عَنْ الْمُسْلِمِيْنَ > عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ
'an almuslimiina > 'anilmuslimiina

عَنْ الَّذِيْنَ > عَنِ الَّذِيْن
'an alladziina > 'anilladziina

👉 Apabila ada Huruf Istifham (مَنْ = siapa) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

مَنْ الَّذِيْ > مَنِ الَّذِيْن
man alladzii > manllladzii

مَنْ اسْتَطَاعَ > مَنِ اسْتَطَاعَ
man istathoo'a > manistathoo'a

مَنْ ابْتَغَى > مَنِ ابْتَغَى
man ibtaghoo > manibtaghoo

👉 Apabila ada Huruf Jazm/Syarth (إِنْ = jika/hanya) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

إِنْ الْحُكْمُ > إِنِ الْحُكْم
in alhukmu > inlhukmu

إِنْ اجْتَمًعَتْ > إِنِ اجْتَمًعَتْ
in ijtama'ati > in ijtama'ati

إِنْ اسْتَطَاعُوْا > إِنِ اسْتَطَاعُوْا
in istathoo'uu > inistathoo'uu

👉 Apabila ada Fi'il Amar berharkat sukun bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf sukun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

قُلْ اللهُمَّ > قُلِ اللّهُمَّ
qul alaahumma > qulillaahumma

قُلْ ادْعُوْا اللهَ > قُلِ ادْعُوْا الله
qul ud'ullaaha > qulid'ullaaha

قُلْ اعْمَلُوْا > قُلِ اعْمَلُوْا
qul i'maluu > quli'maluu

3. Diharkati Dhommah (ــُ)

👉 Apabila ada Isim Dhomir berharkat sukun bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf sukun-nya diharkati Dhommah.

Contohnya:

عَلَيْهِمْ الصَّلاَةُ > عَلَيْهِمُ الصَّلاَةُ
qul alaahumma > qulillaahumma

لَكُمْ ٱلدَّار > لَكُمُ ٱلدَّار
qul ud'ullaaha > qulid'ullaaha

لَهُمْ الْبُشْرَى > لَهُمُ الْبُشْرَى
qul i'maluu > quli'maluu

Keterangan:

- Dhomir كُمْ = هُمْ = أَنْتُمْ
- Huruf إِنْ = لَكِنْ
- Huruf مَنْ = كَمْ
- Penjelasan ini berlaku juga dalam bacaan Al Qur'an dgn kaedah ilmu Tajwid.
- Penulisan Kasroh = Kasrah, Dhommah = Dlammah, Dhomir = Dhamir, Washol = Washal



Thursday, July 8, 2021

HURUF JAZM
PENGERTIAN, PEMBAGIAN DAN CONTOHNYA

HURUF JAZM, PENGERTIAN, PEMBAGIAN DAN CONTOH

Pecinta Bahasa Arab Simple yg kami banggakan, pada tulisan kali ini kami akan mengangkat tema penting yaitu pembelajaran tentang Huruf Jazm.

✔ Pengertian Huruf Jazm

Huruf Jazm yaitu huruf atau amil yg mengharuskan Fi'il menjadi Majzum. Tanda utama fi'il atau kata kerja yg Majzum yaitu Harkat Sukun.

Tanda Jazm hanya berlaku pada Fi'il, khususnya Mudhori', dən tidak berlaku pada Isim atau kata benda. Oleh karena itu, utk pembahasan mengenai Isim, bisa dilihat pada judul yg relevan di Daftar Isi.

Adapun tanda I'rob jazm lainnya dapat dilihat pada tulisan sebelumnya, lengkap dgn contoh kalimat, di link ini: Tanda I'rob Jazm dan Peruntukannya.

Baiklah, kita lanjutkan pelajaran tentang Huruf Jazm ini. Huruf-Huruf Jazm adalah sebagai berikut:

لَمْ 
( tidak pernah)
أَلَمْ 
(bukankah, tidakkah)
لَمَّا 
(belum)
لَامُ الأَمْر 
(agar)
لا النَّاهِيَة 
(jangan)
إنْ 
(jika)
ْمَا 
(apa)
مَنْ 
(siapa)
ْأنَّى 
(dimanapun)
مَهْمَا 
(bagaimana)
أيُّ 
(apa)
ّمَتَى 
(kapan)
أيَّانَ 
(bila mana)
َ أيْنَ 
(dimana)
إذْمَا 
(ketika)
حَيْثُمَا 
(dimanapun)
كَيْفَمَا 
(bagaimanapun)
إِذَا 
(apabila)

✔ Pembagian Huruf Jazm

Huruf-Huruf Jazm diatas terbagi menjadi 2 kegunaan, ada yg men Jazm kan dua Fi'il Mudhori' sekaligus, dən ada yg men Jazm kan satu Fi'il Mudhori' saja, yakni:
(لَمْ، لَمّا، لَامُ الْأمْرِ، لَا النّاهية)

✔ Contoh Huruf Jazm yg masuk kepada satu Fi'il Mudhori'
di dalam kalimat adalah sebagai berikut;

لَمْ: ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﻀُﺮْ خَالِدٌ ﻓِﻰ هذَاالمَجْلِسِ
(Kholid tidak pernah hadir di majlis ini)

أَلَمْ: أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
(Bukankah telah Kami lapangkan dadamu? [Al Insyiroh,1])

ﺃَﻟَﻢْ: ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ أَبَاكَ فِي الْمُسْتَشْفَى ؟
(Tidakkah kau tau ayahmu di rumah sakit?!)

لَمَّا: ﻟَﻤَّﺎ ﻳَﺤْﻀُﺮُﻭْﺍ الْجَماَعَةُ
(Para jamaah belum hadir)

لامُ الأمْرِ: ﻟِﻴُﻨْﻔِﻖْ ﺫُﻭْ ﺳَﻌَﺔٍ ﻣِّﻦْ ﺳَﻌَﺘِﻪِ
(“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya” [At Thalaq, 7])

لا الناهية: لا تَتَدَخَّـلْ فيما لا تَعْرِفُهُ
(Jangan ikut campur urusan yg tak kau kuasai!)

لا الناهية: لَا تَنْسَ قَاعِدَةَ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ
(Jangan kau lupakan kaedah bahasa Arab)

Selain dari yg disebutkan barusan, maka Huruf-Huruf Jazm digunakan utk men Jazm kan dua Fi'il Mudhori'. Hal ini dikenal juga dgn kalimat bersyarat / bergantung. Fi'il yg pertama sebagai penggantung, yg kedua sebagai penjawab.

✔ Contoh Huruf Jazm yg masuk kepada dua Fi'il Mudhori'
dalam kalimat adalah sebagai berikut:

إنْ: إنْ ﺗَﺠْﺘَﻬِﺪْ تَصِـلْ إلَى هَدَفِكَ
(Kalau kau sungguh2 maka kau akan sampai pada tujuanmu)

مَنْ: مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُـدْ
(Barang siapa menanam maka ia akan memanen)

مَا: مَا تَصْنَعْ مِنْ صِنَاعَةٍ تَحْصُلْ الْأْجْرَةَ مِنْهُ
(Apa yg kau buat dari suatu produk maka kau akan hasilkan upah darinya)

أنَّى: أَنَّى تَتَعَلَّمْ تَجِـدْ عِلْمًا
(Dimanapun kau belajar maka kau akan dapat ilmu)

مَهْمَا: ﻣَﻬْﻤَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺃْ ﻣِﻦْ الْقُرْآنِ تُجْزَ بِه
(Apapun yg kau baca dari Al Quran maka kau akan dibalas)

أيُّأيُّ كِتَابٍ تَقْرَأْ تَسْتَفِـدْ مِنْهُ
(Buku apa saja yg kau baca maka kau dapat mengambil faedahnya)

مَتَى: مَتَى تَسْتَعِنْ بِشَخْصٍ يُعِنْكَ فِيْمَا بَعْدُ
(Kapan kau menolong seseorang maka suatu saat ia akan menolongmu)

أيّانَ: أيّانَ تَتَزَوَّجْ تَجِدْ السَّكِيْنَةَ
(Bila mana kau menikah maka kau akan dapatkan ketenangan)

أَيْنَ: أَيْنَ تَذْهَبْ أُرافِـقْــكَ
(Kemana kau pergi maka aku akan menemanimu)

أَيْنَ: ﺃَﻳْﻦَ ﺗَﻬْﺮُﺏْ ﺃَﻗْﺒِﺾْ
(Kemana kau lari maka akan ku tangkap)

إذْمَا: إذْمَا تَنْظُرْ إلَيَّ أَشْعُرْ بِالْخَجَلِ
(Ketika kau menatapku maka aku merasa malu)

حَيْثُمَا: حَيْثُمَا تَسْكُنْ تَجِـدْ الْخَيْرَ وَالْشَّرَّ
(Dimanapun kau berdiam maka kau akan temukan kebaikan dan keburukan)

كَيْفَمَا: كَيْفَمَا تُعامِـلْـنِي أُعامِـلْـكَ خَيْرًا
(Bagaimanapun kau memperlalukanku maka aku akan memperlakukanmu lebih baik)

إِذَا: إِذَا تُصِـبْـكَ حَسَنَةٌ فتَصَدَّقْ كَثِيْرًا
(Apabila kau dapat kebaikan maka bersedekahlah yg banyak)

Keterangan:
- Huruf Jazm di dalam kalimat diketik warna merah
- Fi'il Mudhori' yg Majzum diketik warna ungu.