Solusi belajar Bahasa Arab yang mudah dan simpel

Showing posts with label HURUF. Show all posts
Showing posts with label HURUF. Show all posts

Wednesday, November 8, 2023

Inilah bahasan singkat atau ringkasan tentang macam-macam hruruf dalam kaidah Bahasa Arab sesuai Ilmu Nahwu, ilmu yang mempelajari tata bahasa Arab. Mari kita pelajari bersama!

 MACAM-MACAM HURUF
DALAM KAIDAH BAHASA ARAB



Definisi Huruf

Huruf adalah kata bahasa Arab yang tidak memiliki makna kecuali digabung dengan kata lainnya. Dalam bahasa Indonesia, istilah huruf ini disebut 'kata tugas'. Ada kalanya berupa preposisi, konjungsi, interjeksi, atau partikel sejenisnya.

Contohnya:

يَا = hai
ْهَل = apakah
حَتَّى = sehingga
ْفِي = di
ثُمَّ = kemudian

Macam-Macam Huruf

Dalam kaidah bahasa Arab atau ilmu Nahwu, huruf dikelompokkan ke dalam beberapa macam, diantaranya sebagai berikut!

1. Huruf Nida'

Huruf nida' adalah kata yang digunakan untuk memanggil. Dalam bahasa Indonesia biasa disebut 'kata seru'.

Contohnya:
يَا = hai
أَيَا = oy
أَيُّهَا = wahai

Contoh kalimat:

َّيَا أَخِيْ، أُنْظُرْ إِلَي
(Wahai saudaraku, lihatlah kepadaku!)
ْأَيَا صَدِيْقِيْ، اِنْتَظِرْنِي
(Hai temanku! Tunggu aku!)
َأيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوااالله
(Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah)


2. Huruf Istifham

Huruf Istifham adalah kata yang digunakan untuk menanyakan sesuatu. Dalam bahasa Indonesia disebut 'Kata Tanya'.

Contohnya:

َأ = apakah
ْهَل = apakah

Contoh kalimat:

أَأَنْتَ فَعَلْتَ ذلِكَ؟
(Apakah kamu telah berbuat itu?)
هَلْ أَبُوْكَ فِى الْبَيْتِ؟
(Apakah ayahmu ada di rumah?)

3. Huruf Jar

Huruf Jar adalah huruf yang men-jar-kan atau mengkhofadhkan isim. Tanda utama isim yang di-jar-kan adalah harkat kasrah.

Huruf-hurufnya:

من، الى، عن، على، في، رب، ك، ل، ب، حروف القسم

Contoh kalimat:

ِأَبِي فِي الْمَسْجِد
(Ayahku di masjid)
ِأُمِّي تَذْهَبُ إلِىَ السُّوْق
(Ibuku (sedang) pergi ke pasar)
هِيَ كَأُمِّهَا
(Dia (pr) seperti ibunya)
ِاَلْحَمْدُ لِلّه
(Segala puji milik Allah)

4. Huruf Nashob

Huruf Nashob adalah huruf yang me-nashob-kan Fi'il Mudhori'. Tanda utama Fi'il Mudhori yang di-nashob-kan adalah harkat fathah.

Huruf-hurufnya:

أن، لن، إذن، كي، حتى، ثم، أو، لام التعليل ( لام كي )، لام الجحود ( لام التأكيد )، واو المعية، فاء السببية

Contoh kalimat:

صَالِحْ يُرِيْدُ أَنْ يَذْهَبَ إِلَى بَيْتِي
(Soleh mau (untuk) pergi ke rumahku)
ُلَنْ يَنْظُرَ الْمَرْءُ ظَهْرَه
(Seseorang tidak akan pernah melihat punggungnya)
اِقْرَأْ كَيْ تَعْرِفَ الْمَقْصُوْدَ
(Bacalah supaya kamu tahu maksudnya!)
جَلَسْتُ لِأَسْتَرِيْحَ
(Aku duduk untuk beristirahat)

5. Huruf Jazm

Huruf Jazm adalah huruf yang men-jazm-kan Fi'il Mudhori'. Tanda utama Fi'il Mudhori yang di-jazm-kan adalah harkat sukun.

Huruf-hurufnya:

لم، لما، لا الناهية، لام الأمر، لام الدعاء، لام الالتماس

Contoh kalimat:

َلَمْ يَذْهَبْ الرَّجُلُ هُنَاك
(Orang laki-laki itu tidak akan pergi ke sana)
ُلَمَّا يَذْهَبْ الرَّجُل
(Orang laki-laki itu belum pergi)
ْيَا رَجُلُ، لَا تَذْهَب
(Wahai orang laki-laki, jangan pergi!)

6. Huruf 'Athof

Huruf 'Athof adalah kata yang menghubungkan atau menjelaskan antar kata, antar prasa, atau kalimat. Dalam bahasa Indonesia, lebih dikenal sebagai 'kata hubung' atau 'kata sambung'.

Huruf-hurufnya:

و، ف، ثم، أو، أم، إما، بل، لَا، لَكِنْ، حَتَى

Contoh kalimat:

عَلَّمَ الْأُسْتَاذُ عُلُوْمَ القرآنِ وَ الْحَدِيثِ
(Guru itu mengajar ilmu Al-Qur'an dan Hadits)
مََا قَرَأ سَالِمُ الكِتابَ بَلْ المَجَلَّةَ
(Salim tidak membaca buku tapi majalah)
َّأكل أَخِي الصَّغِيرُ الخُبْزَ ثُمَّ الرُّز
(Adikku makan roti kemudian nasi)

Keterangan:
* Kata yang dikrtik warna merah adalah termasuk huruf dalam kaidah bahasa Arab. Arti bahasa Inonesianya juga diketik warna merah untuk memudahkan pemajaman tentang huruf dalam bahasa Arab VS partikel dalam bahasa Indonesia.
.

Monday, February 28, 2022

Inilah Perbedaan Huruf Hamzah Washol dan Qotho' Serta Contohnya. Selamat Belajar Membaca dan Menulis Bahasa Arab sesuai kaedah.

Perbedaan Hamzah Washol dan Qotho' Serta Contohnya

✔ Pengertian

Hamzah Washol adalah hamzah yang dibaca bila berada di awal kalimat dan tidak dibaca bila berada di tengah kalimat. Hamzah Washol berfungsi sebagai huruf Hamzah ketika berada di awal kalimat, dan berfungsi sebagai huruf Alif ( ا ) ketika berada di tengah kalimat.

Hamzah Qotho’ adalah hamzah yang selalu dibaca di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat. Hamzah Qotho’ berfungsi sebagai huruf Hamzah asli walaupun ditulis di atas huruf Alif ( ا ) , atau Wau ( و ) , atau Ya' ( ي ) .

✔ Perbedaan

Hamzah Washol selalu berada di awal kata. Bentuknya seperti huruf Alif. Dalam penulisan Al Qur'an, hamzah washol ditandai kepala huruf " صـ " (shod) di atas Alif, sebagai penanda shilah (washol).

Hamzah Qotho’ tidak selalu berada di awal kata. Bentuknya adalah sebagaimana huruf Hamzah asli walaupun ditulis lebih kecil dari biasanya. Dalam penulisan Al Qur'an, terkadang ditulis di atas dan di bawah huruf Alif dan Ya' atau ditulis di atas huruf Wau.

✔ Contoh

- Hamzah Washol

1. Hamzah Washol pada fi’il amar dari fi’il tsulatsi:
اكْتُبْ – اذهبْ - اجْلِسْ

2. Hamzah Washol pada “Al” tambahan pada awal isim:
الرَّجُلُ - اَلْعِلْمُ - الْكِتَابُ

3. Hamzah Washol pada fi’il madhi dan fi’il amar khumasi dan sudasi serta Mashdarnya:
انْطَلَقَ > انْطَلِقْ > انْطَلَاقًا
اسْتَخْرَجَ > اسْتَخْرِجْ > اسْتِخْرَاجًا
استعمَلَ> استعمِلْ> استعمال

4. Hamzah Washol pada Isim al- 'Asyrah (isim yang sepuluh):
اسْمٌ – ابْنٌ - ابْنَةٌ - اثْنَانِ - اثْنَتَانِ - امْرَأَةٌ - امْرُؤٌ - ابْنَانِ - امْرَأَتَانِ - امْرَئَانِ

- Hamzah Qotho’

1. Hamzah Qotho’ pada fi’il madhi tsulatsi:
أَزِفَ - أَخَذَ - أَمَرَ

2. Hamzah Qotho’ pada fi’il madhi rubai’i:
أَحْسَنَ > إِحْسَانًا – أَكْرَمَ > إِكْرَامًا - أَطْعَمَ > إِطْعَامُا

3. Hamzah Qotho’ pada isim selain isim yang sepuluh:
أَخٌ - أُخْتٌ - أَمِيْرٌ

4. Hamzah Qotho’ pada Huruf:
أَوْ - أَنْ - إِنْ – إِلَى

Tambahan:
Pengecualian pada huruf AL (ال)

✔ Penulisan Hamzah Qotho’

1. Hamzah Qotho’ di awal kata ditulis dalam bentuk Alif:
أَنْعَمْتَ – اَلْاَنْهَارُ - اِبْنٌ

2. Hamzah Qotho’ di tengah kata ditulis sesuai dengan harkat pada hamzah dan huruf sebelumnya. Urutan harkat terkuat antara hamzah dan huruf sebelumnya adalah kasroh, dhommah, fathah dan sukun.

Hamzah Qotho’ ditulis dalam bentuk Alif apabila identik dengan harkat fathah, ditulis dalam bentuk Ya’ apabila identik pada harakat kasrah, ditulis dalam bentuk Wau apabila mengacu pada harkat dhommah.

Contoh penulisan hamzah di tengah kata:
سَأَلَ – سُئِلَ - سُؤَالٌ

3. Hamzah Qotho’ di akhir kata yang didahului huruf berharkat sukun (mati):
مِلْءٌ – مَاءٌ – سُوْءٌ – شَيْءٌ

4. Hamzah Qotho’ Ketika berharkat Tanwin

Apabila Hamzah Qotho’ berharkat tanwin fathah, maka ditambah Alif jika huruf sebelum hamzah bisa disambung dan tidak ditambah Alif apabila huruf sebelumnya tidak bisa disambung. Seperti:
شَيْئًا - هَنِيْئًا - مَرِيْئًا
مَاءً - عشاءً - دواءً

✔ Cara Baca

- Cara membaca Hamzah Washol di awal kalimat ada 3 cara:

1. Dhommah

Yaitu hamzah washal yang terdapat pada fi’il dan huruf ketiga dari fi’il tersebut berharkat dhommah. Seperti:

اُدْخُلُوْا – اُخْرُخْ - اُنْصُرْ

2. Fathah

Yaitu hamzah washal pada isim yang diawali alif lam ta’rif (AL Ma'rifah) . Seperti:
الْفَاتِحَةُ – اَلنَّاسُ - اَلْعِلْمُ

3. Kasroh

Hamzah washal yang terdapat pada fi’il, dan huruf ketiga pada fi’il tersebut berharkat fathah atau kasrah. Seperti:
اِضْرِبْ – اِجْلِسْ - اِفْتَحْ - اِجْتَمَعَ

Tambahan:
- Hamzah washal yang terdapat pada isim-isim Musytaq (kata bentukan). Seperti:
اِسْتِغْفَارٌ – اِجْتِمَاعٌ - اِسْتِخْرَاجٌ

- Hamzah washal yang terdapat pada isim-isim Jamid (kata baku). Seperti:
ابْنٌ - ابْنَةٌ - اثنَانِ - اثْنَتَانِ - امْـرَأةٌ - امْـرِئٌ - اسْــمٌ

- Cara membaca Hamzah Washol di tengah kalimat 
Cara membaca Hamzah Washol di tengah kalimat yaitu seperti membaca Alif, bukan seperti membaca Hamzah, tapi tidak menjadikannya sebagai bacaan mad (panjang). Seperti:
وَامْـرَأتُهُ – مِنَ الْمَلَائِكَةِ – فَانْصُرْ

Apabila Hamzah Washol terletak setelah Alif Lam maka hamzahnya tetap diberi harkat. Seperti:
اَلْاِسْمُ – الاِفْتِتَاحُ - اَلْاِسْتِغْفَارُ

- Sedangkan cara membaca Hamzah Qotho' adalah sebagaimana membaca Hamzah asli.

✔ Contoh perbedaan dalam kalimat dan bacaannya:

اُدْخُلُوْا فِي السِّلْمِ كَافَّةُ
Dibaca: Udkhuluu fissilmi kaaffah. (Hamzahnya dibaca: U)
[Masuklah ke dalam Islam secara total]
فَادْخُلُوْهَا خَالِدِيْنَ
Dibaca: Fadkhuluuhaa khoolidiin. (Hamzahnya tidak dibaca, tidak dibaca: fa-udkhuluu)
[Masuklah ke (surga) dengan kekal]
اَلْفَاتِحَةُ اِسْمٌ مِنْ أَسْمَاءِ سُوَرِ الْقُرْآنِ
Dibaca: Alfaatihatu ismun min asmaai suwaril qur'aani. (Hamzahnya dibaca: A)
[Al Fatihah adalah nama dari nama-nama surah Al Quran]
اَلْبَرْنَامَجُ الْأَوَّلُ قِرَاءَةُ سُوْرَةِ الْفَاتِحَةُ
Dibaca: Albarnaamajul awwalu qirooatu suurotil faatihati. (Hamzahnya tidak dibaca, tidak dibaca: suuroti alfatihati)
[Acara pertama pembacaan surah Al Fatihah]

--------------
Keterangan:
- Hamzah Washol dapat ditulis: Hamzah Washal, Hamzah Qotho' dapat ditulis: Hamzah Qatha'. Selanjutnya ada di: Tentang.

Saturday, November 27, 2021

Inilah kaedah atau ketentuan tentang: 
HURUF BERHARKAT SUKUN BERTEMU AL DAN HAMZAH WASHOL
Dari Bahasa Arab Simpel.
Selamat Belajar. 

HURUF BERHARKAT SUKUN BERTEMU AL DAN HAMZAH WASHOL

Dalam bahasa Arab ada banyak sekali kata yg huruf akhirnya asli berharkat sukun. Baik kata-kata itu dikategorikan sebagai huruf, spt: huruf jar, huruf 'athof, huruf istifham, atau fi'i, spt: fi'il amar, atau isim, spt: isim dhomir.

Hal tersebut diistilahkan sebagai: (اِلْتِقَاءُ السَْاكِنَيْن=iltiqoous saakinain) yakni: pertemuan dua huruf sukun/huruf mati. Kaedah yg dipakai di dalam bacaan semacam ini disebut: (التَّخَلُّص = membuang kesulitan)

Apabila kata-kata yg huruf akhirnya berharkat sukun tersebut bertemu atau dirangkai atau digabung dgn kata lain yg diawali AL (ْال) atau Hamzah Washol maka ketentuan cara bacanya sebagaimana berikut:

1. Diharkati Fathah (ــَ)

👉 Apabila ada Huruf Jar (مِنْ = dari) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال). Maka huruf Nun-nya diharkati Fathah.

Contohnya:

مِنْ اللهِ > مِنَ اللهِ
min Allaahi > minallaahi

مِنْ الْمُسْلِمِيْنَ > مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
min almuslimiina > minal muslimiina

مِنْ الَّذِيْنَ > مِنَ الَّذِيْن
min alladziina > minalladziina

2. Diharkati Kasroh (ــِ)

👉 Apabila ada Huruf Jar (مِنْ = dari) bertemu dgn isim nakiroh qiyasiyah yg diawali hamzah washol (ا). Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

مِنْ اسْتِغْفَار ِ > مِنِ اسْتِغْفَار
min istighfaari > ministighfaari

مِنْ ابْنِ > مِنِ ابْنِ
min ibni > minibni

مِنْ افْتِرَاءِ > مِنِ افْتِرَاءِ
min iftirooi > miniftirooi

👉 Apabila ada Huruf Jar (عَنْ = dari/tentang) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال). Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

عَنْ اللهِ > عَنِ اللهِ
'an Allaahi > 'aninallaahi

عَنْ الْمُسْلِمِيْنَ > عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ
'an almuslimiina > 'anilmuslimiina

عَنْ الَّذِيْنَ > عَنِ الَّذِيْن
'an alladziina > 'anilladziina

👉 Apabila ada Huruf Istifham (مَنْ = siapa) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

مَنْ الَّذِيْ > مَنِ الَّذِيْن
man alladzii > manllladzii

مَنْ اسْتَطَاعَ > مَنِ اسْتَطَاعَ
man istathoo'a > manistathoo'a

مَنْ ابْتَغَى > مَنِ ابْتَغَى
man ibtaghoo > manibtaghoo

👉 Apabila ada Huruf Jazm/Syarth (إِنْ = jika/hanya) bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf Nun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

إِنْ الْحُكْمُ > إِنِ الْحُكْم
in alhukmu > inlhukmu

إِنْ اجْتَمًعَتْ > إِنِ اجْتَمًعَتْ
in ijtama'ati > in ijtama'ati

إِنْ اسْتَطَاعُوْا > إِنِ اسْتَطَاعُوْا
in istathoo'uu > inistathoo'uu

👉 Apabila ada Fi'il Amar berharkat sukun bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf sukun-nya diharkati Kasroh.

Contohnya:

قُلْ اللهُمَّ > قُلِ اللّهُمَّ
qul alaahumma > qulillaahumma

قُلْ ادْعُوْا اللهَ > قُلِ ادْعُوْا الله
qul ud'ullaaha > qulid'ullaaha

قُلْ اعْمَلُوْا > قُلِ اعْمَلُوْا
qul i'maluu > quli'maluu

3. Diharkati Dhommah (ــُ)

👉 Apabila ada Isim Dhomir berharkat sukun bertemu isim ma'rifah berawalan AL (ْال) atau Hamzah Washol. Maka huruf sukun-nya diharkati Dhommah.

Contohnya:

عَلَيْهِمْ الصَّلاَةُ > عَلَيْهِمُ الصَّلاَةُ
qul alaahumma > qulillaahumma

لَكُمْ ٱلدَّار > لَكُمُ ٱلدَّار
qul ud'ullaaha > qulid'ullaaha

لَهُمْ الْبُشْرَى > لَهُمُ الْبُشْرَى
qul i'maluu > quli'maluu

Keterangan:

- Dhomir كُمْ = هُمْ = أَنْتُمْ
- Huruf إِنْ = لَكِنْ
- Huruf مَنْ = كَمْ
- Penjelasan ini berlaku juga dalam bacaan Al Qur'an dgn kaedah ilmu Tajwid.
- Penulisan Kasroh = Kasrah, Dhommah = Dlammah, Dhomir = Dhamir, Washol = Washal



Thursday, July 8, 2021

HURUF JAZM
PENGERTIAN, PEMBAGIAN DAN CONTOHNYA

HURUF JAZM, PENGERTIAN, PEMBAGIAN DAN CONTOH

Pecinta Bahasa Arab Simple yg kami banggakan, pada tulisan kali ini kami akan mengangkat tema penting yaitu pembelajaran tentang Huruf Jazm.

✔ Pengertian Huruf Jazm

Huruf Jazm yaitu huruf atau amil yg mengharuskan Fi'il menjadi Majzum. Tanda utama fi'il atau kata kerja yg Majzum yaitu Harkat Sukun.

Tanda Jazm hanya berlaku pada Fi'il, khususnya Mudhori', dən tidak berlaku pada Isim atau kata benda. Oleh karena itu, utk pembahasan mengenai Isim, bisa dilihat pada judul yg relevan di Daftar Isi.

Adapun tanda I'rob jazm lainnya dapat dilihat pada tulisan sebelumnya, lengkap dgn contoh kalimat, di link ini: Tanda I'rob Jazm dan Peruntukannya.

Baiklah, kita lanjutkan pelajaran tentang Huruf Jazm ini. Huruf-Huruf Jazm adalah sebagai berikut:

لَمْ 
( tidak pernah)
أَلَمْ 
(bukankah, tidakkah)
لَمَّا 
(belum)
لَامُ الأَمْر 
(agar)
لا النَّاهِيَة 
(jangan)
إنْ 
(jika)
ْمَا 
(apa)
مَنْ 
(siapa)
ْأنَّى 
(dimanapun)
مَهْمَا 
(bagaimana)
أيُّ 
(apa)
ّمَتَى 
(kapan)
أيَّانَ 
(bila mana)
َ أيْنَ 
(dimana)
إذْمَا 
(ketika)
حَيْثُمَا 
(dimanapun)
كَيْفَمَا 
(bagaimanapun)
إِذَا 
(apabila)

✔ Pembagian Huruf Jazm

Huruf-Huruf Jazm diatas terbagi menjadi 2 kegunaan, ada yg men Jazm kan dua Fi'il Mudhori' sekaligus, dən ada yg men Jazm kan satu Fi'il Mudhori' saja, yakni:
(لَمْ، لَمّا، لَامُ الْأمْرِ، لَا النّاهية)

✔ Contoh Huruf Jazm yg masuk kepada satu Fi'il Mudhori'
di dalam kalimat adalah sebagai berikut;

لَمْ: ﻟَﻢْ ﻳَﺤْﻀُﺮْ خَالِدٌ ﻓِﻰ هذَاالمَجْلِسِ
(Kholid tidak pernah hadir di majlis ini)

أَلَمْ: أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
(Bukankah telah Kami lapangkan dadamu? [Al Insyiroh,1])

ﺃَﻟَﻢْ: ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻢْ ﺃَﻥَّ أَبَاكَ فِي الْمُسْتَشْفَى ؟
(Tidakkah kau tau ayahmu di rumah sakit?!)

لَمَّا: ﻟَﻤَّﺎ ﻳَﺤْﻀُﺮُﻭْﺍ الْجَماَعَةُ
(Para jamaah belum hadir)

لامُ الأمْرِ: ﻟِﻴُﻨْﻔِﻖْ ﺫُﻭْ ﺳَﻌَﺔٍ ﻣِّﻦْ ﺳَﻌَﺘِﻪِ
(“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya” [At Thalaq, 7])

لا الناهية: لا تَتَدَخَّـلْ فيما لا تَعْرِفُهُ
(Jangan ikut campur urusan yg tak kau kuasai!)

لا الناهية: لَا تَنْسَ قَاعِدَةَ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ
(Jangan kau lupakan kaedah bahasa Arab)

Selain dari yg disebutkan barusan, maka Huruf-Huruf Jazm digunakan utk men Jazm kan dua Fi'il Mudhori'. Hal ini dikenal juga dgn kalimat bersyarat / bergantung. Fi'il yg pertama sebagai penggantung, yg kedua sebagai penjawab.

✔ Contoh Huruf Jazm yg masuk kepada dua Fi'il Mudhori'
dalam kalimat adalah sebagai berikut:

إنْ: إنْ ﺗَﺠْﺘَﻬِﺪْ تَصِـلْ إلَى هَدَفِكَ
(Kalau kau sungguh2 maka kau akan sampai pada tujuanmu)

مَنْ: مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُـدْ
(Barang siapa menanam maka ia akan memanen)

مَا: مَا تَصْنَعْ مِنْ صِنَاعَةٍ تَحْصُلْ الْأْجْرَةَ مِنْهُ
(Apa yg kau buat dari suatu produk maka kau akan hasilkan upah darinya)

أنَّى: أَنَّى تَتَعَلَّمْ تَجِـدْ عِلْمًا
(Dimanapun kau belajar maka kau akan dapat ilmu)

مَهْمَا: ﻣَﻬْﻤَﺎ ﺗَﻘْﺮَﺃْ ﻣِﻦْ الْقُرْآنِ تُجْزَ بِه
(Apapun yg kau baca dari Al Quran maka kau akan dibalas)

أيُّأيُّ كِتَابٍ تَقْرَأْ تَسْتَفِـدْ مِنْهُ
(Buku apa saja yg kau baca maka kau dapat mengambil faedahnya)

مَتَى: مَتَى تَسْتَعِنْ بِشَخْصٍ يُعِنْكَ فِيْمَا بَعْدُ
(Kapan kau menolong seseorang maka suatu saat ia akan menolongmu)

أيّانَ: أيّانَ تَتَزَوَّجْ تَجِدْ السَّكِيْنَةَ
(Bila mana kau menikah maka kau akan dapatkan ketenangan)

أَيْنَ: أَيْنَ تَذْهَبْ أُرافِـقْــكَ
(Kemana kau pergi maka aku akan menemanimu)

أَيْنَ: ﺃَﻳْﻦَ ﺗَﻬْﺮُﺏْ ﺃَﻗْﺒِﺾْ
(Kemana kau lari maka akan ku tangkap)

إذْمَا: إذْمَا تَنْظُرْ إلَيَّ أَشْعُرْ بِالْخَجَلِ
(Ketika kau menatapku maka aku merasa malu)

حَيْثُمَا: حَيْثُمَا تَسْكُنْ تَجِـدْ الْخَيْرَ وَالْشَّرَّ
(Dimanapun kau berdiam maka kau akan temukan kebaikan dan keburukan)

كَيْفَمَا: كَيْفَمَا تُعامِـلْـنِي أُعامِـلْـكَ خَيْرًا
(Bagaimanapun kau memperlalukanku maka aku akan memperlakukanmu lebih baik)

إِذَا: إِذَا تُصِـبْـكَ حَسَنَةٌ فتَصَدَّقْ كَثِيْرًا
(Apabila kau dapat kebaikan maka bersedekahlah yg banyak)

Keterangan:
- Huruf Jazm di dalam kalimat diketik warna merah
- Fi'il Mudhori' yg Majzum diketik warna ungu.


Wednesday, June 2, 2021

Macam-Macam Harkat Selain 3 Harkat Utama

Inilah Teknik Cepat Bisa Baca Tulisan Arab Sesi Keempat, tentang Macam-Macam Harkat, Selain 3 Harkat Utama.

Dalam Bahasa Arab ataupun Bahasa Al Qur'an, terdapat sejumlah harkat yg mana fungsi utamanya ialah utk mempermudah cara bacanya.

Kendati keberadaan harkat tidak dipakai di dalam kitab2 klasik ataupun artikel Arab karena sudah terwakili 'ilmu Nahwu', akan tetapi para pelajar pemula tentu sangat terbantu dgn adanya harkat pada tulisan Arab.

Dan oleh karena postingan ini diperuntukkan bagi para pemula, maka disini akan dikenalkan macam2 harkat yg biasa dijumpai di dalam tulisan Arab, termasuk Al Qur'an. Adapun harkat2 tersebut adalah sbb:

1. Sukun (ــْـ), tanda huruf Mati atau konsonan, dibaca seperti bunyi huruf mati, misalnya: ab, ib, ub, ob, as, is, us, os, dsb.

Contohnya:

تَوْبَةُ
TAWBATAN

أَبْوَابَا
ABWAABAN

أَسْتَغْفِرُ
ASTAGHFIRU

زَمْهَرِيْرَا
ZAMH€RIIRON

مَيْسُوْرَا
MAYSUURON

2. Tanwin Fathah atau Fathatain (ــًـ), dibaca seperti bunyi vokal: AN atau ON. Apabila bertemu titik (waqof) maka dibaca panjang.

Contohnya:

أَخًا
AKHON

مَرْحَبًا
MARHABAN

عَلِيْمًا
'ALIIMAN

حَكِيْمًا
HAKIIMAN

مُؤْمِنًا
MU'MINAN

3. Tanwin Kasroh atau Kasrotain (ــٍـ), dibaca dengan bunyi vokal: IN. Apabila bertemu titik (waqof) maka dibaca seperti harkat Sukun.

Contohnya:

عمِيْقٍ
'AMIIQIN

فِئَةٍ
FI-ATIN

مَغْفِرَةٍ
MAGHFIROTIN

فَصِيْحٍ
FASHIIHIN

قَلِيْلَةٍ
QOLIILATIN

4. Tanwin Dhommah atau Dhommatain (ــٌـ), dibaca dengan bunyi vokal: UN. Apabila bertemu titik (waqof) maka dibaca seperti harkat Sukun.

Contohnya:

شَيْءٌ
SYAY-UN

مَوْجٌ
MAWJUN

قُرْاٰنٌ
QUR-AANUN

كَبِيْرٌ
KABIIRUN

مَعْلُوْمٌ
MA'LUUMUN

5. Tasydid atau Syiddah (ــّـ), ialah tanda huruf dobel. Huruf pertama dibaca Sukun, huruf kedua dibaca sebagaimana harkat yg ada, misalnya: aba > abba, makata > makkkata, asa > assa,

Contohnya:

سَبَّحَ
SABBAHA

اَللهُ
ALLAAHU

مُحَمَّدٌ
MUHAMMADUN

اَلْبَرُّ
ALBARRU

اَلتَّائِبُوْنَ
ATTAA-IBUUNA

6. Fathah Panjang ( --ٰ-), disebut juga Fathah Tegak, dibaca panjang (mad), seperti huruf berharkat Fathah bertemu Alif.

Contohnya:

ذٰلِكَ
DZAALIKA

هٰذَا
H€€DZAA

اٰمِنُوْ
AAMINUU

ِاِنٰثَا
INAATSAA

هٰؤُلَاءِ
H€€-ULAA-I

7. Kasroh Panjang (-ٖ-), dibaca panjang (mad), seperti huruf berharkat Kasroh bertemu Ya' Sukun.

Contohnya:

بِهٖ
BIHII

8. Dhommah Panjang (-ٗ-), dibaca panjang (mad), seperti huruf berharkat Dommah bertemu Wau Sukun.

Contohnya:

لَهٗ
LAHUU

Catatan:

Dengn memahami 4 Teknik Cepat Bisa Membaca Tulisan Arab ini, In Syaa Allah Anda sudah bisa membaca tulisan Arab secara baik. Selanjutnya, apabila ingin bisa membaca Al Qur'an tinggal melanjutkan ke Ilmu Tajwid, yakni ilmu cara baca Al Qur'an.

Mengenai seberapa lama belajar 4 teknik di atas, sangat bergantung kpd masing2 individu, ada yg 40 hari, 4 bulan, dən rata2 14 bulan sudah bisa. Yuk tetap semangat belahar Bahasa ArabLILLAAHI TA'AALAA.

Kareana,
BAHASA ARAB ADALAH BAHASA KITABNYA UMAT ISLAM,
BAHASA ARAB ADALAH BAHASA IBADAHNYA ORANG ISLAM.

Lihat juga:

Sunday, May 9, 2021

Bacaan Panjang Pada Huruf Hijaiyah (Mad)


Inilah Teknik Cepat Bisa Baca Tulisan Arab Sesi Ketiga, tentang Bacaan Panjang Pada Huruf Hijaiyah.

Dalam Bahasa Arab ataupun Bahasa Al Qur'an, Bacaan Panjang Pada Huruf Hijaiyah dapat terjadi apabila ada huruf berharkat tertentu bertemu/berhadapan dgn Huruf Mad, atau sebaliknya, yaitu apabila Huruf Mad berada setelah huruf berharkat tertentu maka huruf tersebut harus dibaca panjang.

Huruf Mad ada 3, yaitu:

1. Alif (ا)

Apabila huruf Alif berada setelah huruf berharkat Fathah maka huruf tersebut dibaca panjang (mad) sepanjang dua ketukan.

Contohnya:

قَالَ
qoola

جَاهَدَ 
jaahəda

مَسَاجِدُ
masaajida

فَتَبَارَكَ
fatabaaroka

فقَاتِلَا
faqootilaa

2. Ya' Sukun (يْ)

Apabila huruf Ya' Sukun berada setelah huruf berharkat Kasroh maka huruf tersebut dibaca panjang (mad) sepanjang dua ketukan.

Contohnya:

أَبِيْ
abii

كَرِيْمَا
kariimaa

دَليْلَا
daliilaa

طَوِيْلَا
thowiilaa

يَسِيْرَا
yasiiroo

3. Wau Sukun (وْ)

Apabila huruf Wau Sukun berada setelah huruf berharkat Dhommah maka huruf tersebut dibaca panjang (mad) sepanjang dua ketukan.

Contohnya:

رَضُوُ
rodhuu

يُوْصِيْ
yuushii

رَسُوْلَا
rosuulaa

سَجَدُوْ
sajaduu

جَهُوْلَا
jahuulaa

Monday, May 3, 2021

Huruf Depan, Tengah dan Belakang Huruf Hijaiyah

Inilah Teknik Cepat Bisa Baca Tulisan Arab Sesi Kedua, tentang Huruf Depan, Tengah dan Belakang Huruf Hijaiyah. Hal ini dipentingkan karena setiap Huruf Hijaiyah atau Huruf Arab mempunyai karakter yg berbeda, tergantung urutannya di dalam sebuah kata. 

Diharapkan, Teknik cepat ini menjadi solusi pembelajaran percepatan, utamanya bagi para pemula yg ingin belajar Bahasa Arab dgn mudah dan Simpel. Selanjutnya, penulis berharap perubahan karakter setiap huruf Hijaiyah ini betul2 dicermati dan dikenali sesuai letaknya di dalam kata. Lebih baik lagi apabila fungsi 3 harkat utama yg telah dipelajari pada sesi Pertama sambil diingat2.

Adapun Rangkaian dən urutan Huruf Hijaiyah dalam teknik ini yaitu: Huruf depan berharkat Fathah, huruf tengah berharkat Kasroh, huruf belakang berharkat Dhommah. Sdgkan karakter tulisannya sebagai berikut:

NAMA HURUF - PERUBAHAN - BACAANNYA


ALIF

اَاِاُ

a-i-u


BA'

بَبِبُ

ba-bi-bu


TA'

تَتِتُ

ta-ti-tu


TSA'

ثَثِثُ

tsa-tsi-tsu


JIM

جَجِجُ

ja-ji-ju


HA'

حَحِحُ

ha-hi-hu


KHO'

خَخِخُ

kho-khi-khu


DAL

دَدِدُ

da-di-du


DZAL

ذَذِذُ

dza-dzi-dzu


RO'

رَرِرُ

ro-ri-ru


ZA'

زَزِزُ

za-zi-zu


SIN

سَسِسُ

sa-si-su


SYIN

شَشِشُ

sya-syi-syu


SHOD

صَصِصُ

sho-shi-shu


DHOD

ضَضِضُ

dho-dhi-dhu


THO'

طَطِطُ

tho-thi-thu


ZHO"

ظَظِظُ

zho-zhi-zhu


'AIN

عَعِعُ

'a-'i-'u


GHOIN

غَغِغُ

gho-ghi-ghu


FA'

فَفِفُ

fa-fi-fu


QOF

قَقِقُ

qo-qi-qu


KAF

كَكِكُ

ka-ki-ku


LAM

لَلِلُ

la-li-lu


MIM

مَمِمُ

ma-mi-mu


NUN

نَنِنُ

na-ni-nu


WAU

وَوِوُ

wa-wi-wu


HƏ'

هَهِهُ

'hə-'hi-'hu


HAMZAH 

ءَءِءُ

a-i-u


YA'

يَيِيُ

ya-yi-yu


Keterangan:
* Huruf-huruf yang tidak mengalami perubahan adalah:
ا-د-ذ-ر-ز-و-ء
* Huruf-huruf tersebut adalah huruf yang tidak bisa disambung / dirangkai dengan huruf sesudahnya walaupun di dalam satu kata.

Sunday, May 2, 2021

Huruf Hijaiyah dan 3 Harkat Utamanya

Inilah teknik cepat bisa baca tulisan Arab, menggunakan cara praktis dan simpel dgn pendekatan Huruf Abjad Latin. Pemula bisa mempelajarinya secara mandiri ataupun melalui pembimbing.


Huruf2 Hijaiyah atau huruf abjad dalam Bahasa Arab atau bahasa Al Qur'an jumlahnya ada 28, dgn 2 huruf tambahan yg biasa digunakan di dalam penulisan teks Arab. Huruf2nya sbb:


NAMA - SIMBOL - LATIN


ALIF

ا = (A) 

BA'

ب = (B) 

TA'

ت = (T) 

TSA'

ث = (TS) 

JIM

ج = (J) 

HA'

ح = (H) 

KHO'

خ = (KH) 

DAL

د = (D) 

DZAL

ذ = (DZ) 

RO'

ر = (R) 

ZA'

ز = (Z) 

SIN

س = (S) 

SYIN

ش = (SY) 

SHOD

ص = (SH) 

DHOD

ض = (DH) 

THO'

ط = (TH) 

ZHO'

ظ = (ZH) 

'AIN

ع = (A')

GHOIN

غ = (GH) 

FA'

ف = (F)

QOF

ق = (Q) 

KAF

ك = (K) 

LAM

ل = (L) 

MIM

م = (M) 

NUN

ن = (N) 

WAU

و = (W) 

HƏ'

هـ = (H')

LAM ALIF *)

لا = (L)

HAMZAH *))

ء = (A) 

YA'

ي = (Y) 


Keterangan:

*) Sama dgn Lam dan Alif
*)) Dibaca sama dgn bunyi Alif

1. Huruf Hijaiyah Berharkat Fathah (ــَـ)


Pada dasarnya, Huruf Hijaiyah hanya mempunyai simbol dan nama (sebagaimana di atas). Tetapi huruf2 tersebut masih belum bisa dibaca sebelum dibubuhi harkat.


Diantara harkat utama yg 'membunyikan' huruf Hijaiyah ialah harkat Fathah. Harkat ini menyebabkan huruf Hijaiyah berbunyi seperti: A atau O pada huruf tertentu. Utk lebih mudahnya, bisa dilihat di bawah ini:


NAMA - SIMBOL - BACAANNYA


ALIF

اَ = (A) 

BA'

بَ = (BA) 

TA'

تَ = (TA) 

TSA'

ثَ = (TSA) 

JIM

جَ = (JA) 

HA'

حَ = (HA) 

KHO'

خَ = (KHO) 

DAL

دَ = (DA) 

DZAL

ذَ =  (DZA) 

RO'

رَ = (RO) 

ZA'

زَ = (ZA) 

SIN

سَ = (SA) 

SYIN

شَ = (SYA) 

SHOD

صَ = (SHO) 

DHOD

ضَ = (DHO) 

THO'

طَ = (THO) 

ZHO"

ظَ = (ZHO) 

'AIN

عَ = (A') 

GHOIN

غَ = (GHO) 

FA'

فَ = (FA)

QOF

قَ = (QO) 

KAF

كَ = (KA) 

LAM

لَ = (LA) 

MIM

مَ = (MA) 

NUN

نَ = (NA) 

WAU

وَ = (WA) 

HƏ'

هَـ = (HA')

LAM ALIF 

لَا = (LA)

HAMZAH 

ءَ = (A) 

YA'

يَ = (YA) 


2. Huruf Hijaiyah Berharkat Kasroh (ــِـ)


Harkat utama kedua yg 'membunyikan' huruf Hijaiyah ialah harkat Kasrah. Harkat ini menyebabkan huruf Hijaiyah berbunyi seperti: I . Utk lebih mudahnya, bisa dilihat di bawah ini:


NAMA - SIMBOL - BACAANNYA


ALIF

اِ = (I) 

BA'

بِ = (BI) 

TA'

تِ = (TI) 

TSA'

ثِ = (TSI) 

JIM

جِ = (JI) 

HA'

حِ = (HI) 

KHO'

خِ = (KHI) 

DAL

دِ = (DI) 

DZAL

ذِ = (DZI) 

RO'

رِ = (RI) 

ZA'

زِ = (ZI) 

SIN

سِ = (SI) 

SYIN

شِ = (SYI) 

SHOD

صِ = (SHI) 

DHOD

ضِ = (DHI) 

THO'

طِ = (THI) 

ZHO'

ظِ = (ZHI) 

'AIN

عِ = (I') 

GHOIN

غِ = (GHI) 

FA'

فِ = (FI)

QOF

قِ = (QI) 

KAF

كِ = (KI) 

LAM

لِ = (LI) 

MIM

مِ = (MI) 

NUN

نِ = (NI) 

WAU

وِ = (WI) 

HƏ'

هِـ = (HI')

LAM ALIF 

لِا = (LI)

HAMZAH 

ءِ = (I) 

YA'

يِ = (YI) 


3. Huruf Hijaiyah Berharkat Dhommah (ــُـ)


Harkat utama ketiga yg 'membunyikan' huruf Hijaiyah ialah harkat Dhammah. Harkat ini menyebabkan huruf Hijaiyah berbunyi seperti: U . Utk lebih mudahnya, bisa dilihat di bawah ini:


NAMA - SIMBOL - BACAANNYA


ALIF

اُ = (U) 

BA'

بُ = (BU) 

TA'

تُ = (TU) 

TSA'

ثُ = (TSU) 

JIM

جُ = (JU) 

HA'

حُ = (HU) 

KHO'

خُ = (KHU) 

DAL

دُ = (DU) 

DZAL

ذُ = (DZU) 

RO'

رُ = (RU) 

ZA'

زُ = (ZU) 

SIN

سُ = (SU) 

SYIN

شُ = (SYU) 

SHOD

صُ = (SHU) 

DHOD

ضُ = (DHU) 

THO'

طُ = (THU) 

ZHO'

ظُ = (ZHU) 

'AIN

عُ = (U') 

GHOIN

غُ = (GHU)

FA'

فُ = (FU)

QOF

قُ = (QU) 

KAF

كُ = (KU) 

LAM

لُ = (LU) 

MIM

مُ = (MU) 

NUN

نُ = (NU) 

WAU

وُ = (WU) 

HƏ'

هُـ = (HU')

LAM ALIF 

لُا = (LU)

HAMZAH 

ءُ = (U) 

YA'

يُ = (YU)