Solusi belajar Bahasa Arab yang mudah dan simpel

Thursday, February 8, 2024

اَلْعَدَدُ وَ الْمَعْدُوْدُ

ADAD DAN MA'DUD

BILANGAN 11-19

 


‘Adad-Ma’dud untuk bilangan 11 sampai 19 mempunyai ketentuan yang berbeda dengan bilangan 1-10. Dalam kaidah Bahasa Arab, bilangan 11 sampai 19 ‘Adad dan Ma’dudnya harus sejenis dari segi Mudzakkar–Muannats-nya. Dan ‘Adad yang paling diperhatikan adalah pada angka puluhannya. Adapun perbedaan Mudzakkar–Muannats bilangan 11 sampai 19 sebagaimana berikut:

 

*

مُؤَنَّث

مُذَكَّر

*

11

إِحْدَى عَشْرَةَ

أَحَدَ عَشَرَ

١١

12

اِثْنَتَا عَشْرَةَ

اِثْنَا عَشَرَ

١٢

13

ثَلَاثَ عَشْرَةَ

ثَلَاثَةَ عَشَرَ

١٣

14

أَرْبَعَ عَشْرَةَ

أَرْبَعَةَ عَشَرَ

١٤

15

خَمْسَ عَشْرَةَ

خَمْسَةَ عَشَرَ

١٥

16

سِتَّ عَشْرَةَ

سِتَّةَ عَشَرَ

١٦

17

سَبْعَ عَشْرَةَ

سَبْعَةَ عَشَرَ

١٧

18

ثَمَانِيَ عَشْرَةَ

ثَمَانِيَةَ عَشَرَ

١٨

19

تِسْعَ عَشْرَةَ

تِسْعَةَ عَشَرَ

١٩

 

Di dalam kalimat bahasa Arab, ketentuan bilangan 11 sampai 19 pada harkat ‘Adad (angka satuan dan puluhan) keduanya harus nashob dengan fathah karena termasuk mabni (tetap, tidak menerima i’rob). Sedangkan Ma’dudnya harus Mufrod dan Nashob sebagai Tamyiz. Kecuali bilangan 12, maka angka satuannya (angka 2) mengikuti ketentuan i’rob Isim Mutsanna (Isim yang bermakna 2).

 

Contoh bilangan 11 dan 12 di dalam kalimat

 

عِنْدِيْ  أَحَدَ عَشَرَ حِذَاءً

Aku punya sebelas sepatu

اِشْتَرَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ حِذَاءً

Aku membeli sebelas sepatu

عِنْدَهٗ إِحْدَى عَشْرَةَ حَقِيْبَةً

Dia punya sebelas tas

اِشْتَرَى حَامِدٌ إِحْدَى عَشْرَةَ حَقِيْبَةً

Hamid membeli sebelas tas

عَلَى الْبَيْتِ اِثْنَا عَشَرَ طَائِرًا

Di atas rumah ada dua belas burung

بَاعَ عَلِيٌّ اِثْنَيْ عَشَرَ طَائِرًا

Ali menjual dua belas burung

فِيْ الْحُجرَةِ اِثْنَتَا عَشْرَةَ صُوْرَةً

Di kamar ada dua belas gambar

اُنْظُرْ إِلَى اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ صُوْرَةً

Lihatlah pada dua belas gambar

 

Contoh bilangan 13 sampai 19 di dalam kalimat

 

فِيْ الْفَصْلِ ثَلَاثَةَ عَشَرَ قَلَمًا

Di kelas ada tiga belas pulpen

فِيْ الْمَكْتَبِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ مَجَلَّةً

Di kantor ada tiga belas majalah

 اَلْغَنِيُّ يُطْعِمُ خمْسَةَ عَشَرَ مُدَرِّسًا

Orang kaya itu memberi makan lima belas guru (lk)

مَرَرْ تُ بِسَبْعَ عَشْرَةَ مُدَرِّسَةً

Aku bertemu tujuh belas guru (pr)

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan (At-Taubah, 36)

وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًا

Dan Kami utus dari mereka dua belas pemimpin (Al-Maidah, 12)

 

Keterangan:

- Kata yg diketik warna merah pada contoh di atas adalah ‘Adad, baik dalam keadaan Rofa’ atau Nashob.

- Kata yg diketik warna biru adalah Ma’dud, berlaku sebagai Tamyiz. I’robnya Nashob dengan Tanwin Fathah.

- Khusus bilangan 12 ada perbedaan di kala Nashob, yaitu dengan mengganti Alif (ا) dengan Ya’ (ي).

Saturday, February 3, 2024

اَلْعَدَدُ وَ الْمَعْدُوْدُ

 ADAD DAN MA'DUD


 

Adad (اَلْعَدَدُ) adalah kata yang dipakai untuk menunjukkan jumlah suatu benda. Adad dapat diartikan sebagai bilangan atau hitungan. Sedangkan Ma’dud (الْمَعْدُوْدُ) adalah benda yang dijelaskan jumlahnya atau yang dihitung.

 

Dalam kaidah Bahasa Arab, Adad dan Ma’dud mempunyai ketentuan yang bermacam-macam, tergantung jumlah benda yang dihitung dan kedudukannya di dalam kalimat. Ketentuan yang paling penting untuk diperhatikan adalah dari segi Mudzakkar-Muannatsnya, sebagaimana berikut:

  

*

مُؤَنَّث

مُذَكَّر

*

1

وَاحِدَةٌ

وَاحِدٌ

١

2

اِثْنَتَانِ

اِثْنَانِ

٢

3

ثَلَاثَةٌ

ثَلَاثٌ

٣

4

أَرْبَعَةُ

أَرْبَعٌ

٤

5

خَمْسَةُ

خَمْسٌ

٥

6

سِتَّةٌ

سِتٌّ

٦

7

سَبْعَةٌ

سَبْعٌ

٧

8

ثَمَانِيَّةٌ

ثَمَانِيٌّ

٨

9

تِسْعَةٌ

تِسْعٌ

٩

10

عَشَرَةٌ

عَشَرٌ

١٠

 

Untuk bilangan 1 dan 2, Adad mengikuti Ma’dud dari segi Mudzakkar-Muannatsnya. Dan i’robnya sebagaimana Sifat atau Na’at. Contohnya:

 

عِنْدِيْ حِذَاءٌ وَاحِدٌ

Aku punya satu sepatu

اِشْتَرَيْتُ حِذَاءً وَاحِدًا

Aku membeli satu sepatu

عِنْدَهٗ حَقِيْبَةٌ وَاحِدَةٌ

Dia punya satu tas

اِشْتَرَى حَامِدٌ حَقِيْبَةً وَاحِدَةً

Hamid membeli satu tas

عَلَى الْبَيْتِ طَائِرَانِ اثْنَانِ

Di atas rumah ada dua burung

بَاعَ عَلِيٌّ طَائِرَيْنِ اثْنَيْنِ

Ali menjual dua burung

فِيْ الْحُجرَةِ سَاعَتَانِ اثْنَتَانِ

Di kamar ada dua jam

اُنْظُرْ إِلَى سَاعَتَيْنِ اثْنَتَيْنِ

Lihatlah pada dua jam

Untuk bilangan 3 sampai 10, Adad berlawanan dengan Ma’dud dari segi Mudzakkar-Muannatsnya ketika Mufrod. Dan Ma’dud menggunakan bentuk Jamak. Sedangkan i’robnya sebagaimana Idhofah. Contohnya:

فِيْ الْفَصْلِ ثَلَاثَةُ أَقْلَامٍ

Di kelas ada tiga pulpen

فِيْ الْمَكْتَبِ ثَلَاثُ مَجَلَّاتٍ

Di kantor ada tiga majalah

 اَلْغَنِيُّ يُطْعِمُ خمْسَةَ مُدَرِّسِيْنَ

Orang kaya itu memberi makan lima guru (lk)

مَرَرْ تُ بِسَبْعِ مُدَرِّسَاتٍ

Aku bertemu tujuh guru (pr)

فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ

Maka datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur'an)

 

Keterangan:

- Kata yg diketik warna merah pada bilangan 1 dan 2 adalah Adad atau bilangan, berlaku sebagai Na'at atau Sifat.

- Kata yg diketik warna biru adalah pada bilangan 1 dan 2 adalah Ma’dud, berlaku sebagai Man'ut atau yg disifati.

- Kata yg diketik warna merah pada bilangan 3 sampai 10 adalah Adad atau bilangan, berlaku sebagai Mudhof.

- Kata yg diketik warna biru adalah pada bilangan 3 sampai 10 adalah Ma’dud, berlaku sebagai Mudhof Ilaih.

- Penjelasan tentang Na'at atau Kata Sifat, juga Mudhof dan Mudhof Ilaih ada pada judul yg relevan.

- Link Video di Youtube